Wednesday, September 25, 2013

PUISI


                             TAK SELALU

Aku tau pelangi tak selalu menyebar warnanya
Mentari tak selalu memperlihatkan senyumnya
Dan bulan tak selalu memberi sinarnya
Bahkan bintang tak selalu menampakan indahnya
Begitupun hidupku
Tak selalu indah seperti harapanku
Tak selalu bahagia seperti impianku
Namun aku mencoba membalik hitam menjadi putih
Dan menjadikan harapan dengan kenyataan
Walaupun sedikit perjuangan
Semua ku lakukan
Untuk sebuah senyuman.
                                                                        Fia afridah

PUISI : TAK MAMPU



aku menutup mataku
seolah tak melihat yang terjadi
aku hanya diam membisu
seolah aku hanya jadi batu
walau ku sadari
ku tau yang terjadi
namun akau tak bisa memungkiri
aku mencintaimu seperti bulan dan malam
aku menyayangimu
seperti bintang dan awan

                              fia afridah

PUISI



                                            SURAM

kala aku lihat malam
aku tak akan melihat siang
kala aku melihat siang
aku percaya akansecepatnya menjadi malam
kala aku melihat kebelakang
aku tak percaya ada sosok hitam yang kelam
namun kala aku melihat kedepan
disitu aku menemukan sebuah ruang terang
ku mencari satu titik yang pasti
warna pelangi yang tak bisa kutemui
karan hitam yang slalu menghantui

                                                        fia afridah

SEMANGAT



Kaki mulai melangkah
Tangan mulai meraih
Mata mulai menatap
Dan otak mulai berfikir
Berada didalam puncak tertinggi
Dengan awan yang mengelilingi
Satu tetes keringat menandai
Satu perjuangan terlewati
Walaupun lelah menghampiri
Selama raga belum mati
Disitu jiwa tak akan berhenti

                                           Fia afridah

puisi



                                 SEBUAH KATA

Satu demi satu kata telah terucap
Berbait bait puisi telah terlontarkan
Seribu cerita mampu kubaca
Namun dalam suatu kata
Mulutpun tak mampuu bersuara
Hanya hati yang mampu menjerit
Menyesali satu kata yang sulit
Sulit untuk dijelaskan
Meganduk sejuta makna yang terpendam
                    
      
                                                              Fia afridah